Selamat Datang di Blog Saya.. Lilik Latifah..Mari Berbagi Ilmu dan Informasi

Jumat, 07 Desember 2018

PUISI KARYA SOFIA NADIA
 ANAK LITERASI MAN 2 TASIKMALAYA

Mengejar asa.
Mewujudkan cita.
Menumbuhkan cinta.
Membahagiakan dunia.
Dibalik kenaifan muda kita, aku dan kalian. Kita tak tau apa mimpiku, apa asamu, apa obsesi kita.
Dalam hening, kembali terpapar kebersamaan kita.
Pada barisan rapat saat menghadap-Nya
Pada lingkaran syahdu melafadz Al-qur'an
Pada kursi bisu tempat kau dan aku bersenda gurau
Pada ikatan kepemimpinan ospeta
Pada barisan sigap pasukan Kepanduan
Pada kumpulan team lomba penuh visi
Pada tembok kamar asrama yang merekam laku kita.
Disanalah, lahir bibit-bibit asa.
yang mengakar.
Yang berkembang.
Yang bertumbuh pasti.
Yang bersemi menjadi mimpi besar, mimpimu, mimpiku, mimpi kita.
Kini...
Atasnama kebersamaan, kita mengejarnya, berlomba -lomba meraihnya.
menjadikannya kebanggan bersama.
Lilik Latifah Ahmad Hasan Hariri Shindi Abi Wafiq Azizah Cucu Cahyani

Sabtu, 28 Mei 2016

BERUSAHA MENJADI GURU “CANTIK” (Cerdas, Aktif, berNilai, Tulus, Inovatif, Kreatif)



BERUSAHA MENJADI GURU “CANTIK
(Cerdas, Aktif, berNilai, Tulus, Inovatif, Kreatif)
Oleh : LILIK LATIPAH
“Guru professional itu harus memiliki kompetensi kepribadian yang utuh, sehingga guru bekerja bukan hanya sekedar melaksanakan tugas semata, tetapi sampai pada panggilan hati nurani yang berdasarkan pada cinta kasih sesama yang semuanya dilakukan berdasarkan ketulusan hati mereka, yang nantinya selain akan mencetak  generasi yang cerdas intelektualnya, juga terampil dan berkualitas akhlaknya”

Guru merupakan salah satu faktor  yang paling penting dalam kemajuan dunia pendidikan. Bahkan saking pentingnya, guru bisa dikatakan penentu terbentuk dan berkembangnya suatu peradaban dalam hal mencetak generasi mendatang. Karena guru yang berkualitas akan menginisiasi dan menginspirasi lahirnya anak anak yang berkualitas pula.  Pertanyaannya sekarang? Guru yang seperti apakah yang demikian itu? Jawabannya adalah  guru yang professional.

Kamis, 04 Februari 2016

MENULARKAN “VIRUS” MEMBACA SEJAK DINI



Oleh: Lilik Latipah
Membaca merupakan jantungnya pendidikan. Tanpa membaca pendidikan akan mati” (Dr.Roger Ferr). Tanpa aktivitas membaca, kegiatan pembelajaran tidak akan berlangsung dengan baik. Mempelajari hal apapun tentunya harus dimulai dengan aktivitas membaca terlebih dahulu. Begitu besar peranan membaca dalam kehidupan ini. Semakin banyak yang kita baca, semakin kita tahu banyak hal. Semakin kita tahu banyak hal, semakin ingin terus membaca, semakin ingin terus membaca semakin kita cinta membaca. Kegemaran membaca merupakan kunci dari Ilmu Pengetahuan.
Namun ironisnya, kegiatan membaca belum menjadi kegemaran utama di kalangan pelajar. Hoby membaca masih terkalahkan jauh oleh kegiatan menonton televisi, main Video Game, atau Playstation. Pemandangan ini tidak sedikit kita temukan di masyarakat pada umumnya. Apabila hal ini dibiarkan akan menjadi permasalahan besar bagi bangsa ini. Mengingat kaum pelajar saat ini akan menjadi generasi estapet kita di masa yang akan datang, yang  diharapkan menjadi generasi unggul yang lebih baik lagi.