Selamat Datang di Blog Saya.. Lilik Latifah..Mari Berbagi Ilmu dan Informasi

Jumat, 22 Januari 2016

TIPS PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL


By: Lilik Latipah
 
Sekitar 3 bulan lagi, Ujian Nasional yang merupakan hajatan tahunan dunia pendidikan akan digelar. Mendengar kata ujian biasanya sebagian siswa mengasumsikan dengan suasana stress, tegang, menakutkan terutama pada saat waktu ujian sudah dekat. Oleh karena itu, supaya asumsi negatif tentang ujian itu bisa hilang, maka jauh hari sebelumnya, kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik baiknya agar hasil yang dicapai memuaskan  sesuai harapan kita. Berikut ada beberapa Tips persiapan yang bisa kita laksanakan sebelum  hari H nya tiba.
1.   Jaga Kesehatan.
Kesehatan merupakan anugerah yang patut disyukuri setelah Iman dan Islam. Dalam kondisi badan dan pikiran sehat, kita dapat melakukan apapun yang diinginkan. Termasuk untuk Ujian Nasional ini, jika kita sehat maka kita dapat menyiapkan berbagai hal untuk menghadapinya. Kesehatan modal utama untuk dapat melakukan berbagai aktivitas. Oleh karenanya, kita senantiasa menjaga kesehatan ini, dengan membiasakan pola hidup yang sehat, memakan makanan yang halal dan bergizi serta istirahat harus seimbang, jauhkan kebiasaan bergadang supaya daya tahan tubuh kita terjaga dengan baik.
2.      Buatlah jadwal  belajar yang teratur dan disiplin.
Supaya waktu yang ada dapat kita pergunakan dengan sebaik baiknya, maka perlu kiranya kita membuat jadwal belajar sendiri di rumah. Misalkan setiap hari kita jadwalkan waktu khusus untuk belajar persiapan Ujian Nasional. Carilah waktu yang tepat dan nyaman untuk belajar. Kita harus komitmen terhadap diri sendiri wajib mematuhi jadwal tersebut, jangan sampai melanggarnya. Belajar yang nyicil tapi dilaksanakan secara istiqomah selama sejam misalkan, akan jauh lebih efektif dibandingkan jika kita belajar nya sesekali tapi sekaligus 3 jam. Hal ini yang cenderung banyak berhasil dalam mempelajari mata pelajaran apapun.
3.      Fokuskan pikiran kita pada satu hal.
Untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional, selain jadwal belajar yang teratur,  pikiran kita juga perlu difokuskan pada satu hal. Misalkan kita buat jadwal  belajar di rumah satu hari satu pelajaran selama 1 jam. Contohnya hari senin belajar Kimia, Selasa belajar Fisika, Rabu belajar Matematika, dan sebagainya. Kita pisahkan pelajaran yang harus banyak latihan soal dengan pelajaran yang hanya bisa di hapal atau cukup di baca, tanpa harus latihan soal. Nanti kita jadwalkan porsi waktunya disesuaikan dengan tingkat kesulitan mata pelajaran masing masing. Diharapkan dengan diatur jadwal dan focus terhadap satu mata pelajaran, kita jadi terlatih dan terbiasa hidup teratur dan sistematis. Biasanya dengan hidup rapi dan teratur, hasil yang didapat lebih maksimal.
4.      Sibukkanlah hari harimu untuk membaca dan berlatih soal
Ujian Nasional selalu dilaksanakan tiap tahun, tentu dengan varian soal yang berbeda pula. Tapi yang pasti, dari tahun ke tahun soal soal Ujian Nasional tingkat perbedaannya tidak begitu jauh, selalu memiliki kemiripan. Hanya saja terkadang mengalami pengembangan atau perbedaan kalimatnya tetapi konsepnya masih tetap sama. Untuk itu kita perlu berlatih sebanyak mungkin soal-soal dari berbagai sumber, termasuk dari arsip  soal Ujian Nasional tahun sebelumnya. Jika sumber soal sudah diperoleh, maka bacalah, pelajari, pahami setiap bentuk soal dan biasakan latihan soal setiap hari. Dengan sering berlatih soal, kita semakin kenal tipe tipe soal, yang akhirnya bentuk apapun soalnya kita akan mudah mengerjakannya.
5.         Manfaatkan pembelajaran di sekolah seefektif mungkin
 Masih banyak diantara siswa yang datang ke sekolah hanya hadir saja, asal-asalan tanpa memiliki semangat yang tinggi. Tanpa tujuan yang jelas, hanya yang penting hadir. Hal ini tentunya tidak mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, sehingga tidak didapatkan hasil yang optimal dalam belajar di sekolah, padahal pembelajaran di sekolah menjadi jembatan untuk membantu mempelajari berbagai pelajaran secara  mandiri di rumah. Makanya, tekadkan dalam hati untuk mengikuti semua pembelajaran di sekolah dengan sebaik mungkin. Caranya bisa dengan bertanya, berdiskusi, berdialog dan berlatih soal dengan bimbingan guru. Bila konsepnya telah di pahami ketika belajar di sekolah, maka akan sangat mudah jika kita nanti belajar mandiri di rumah. Yang penting, tekad yang kuat, semangat tinggi, pasti ada jalan dan kemudahan akan datang setelah bersusah payah.
6.         Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bentuklah kelompok belajar
Belajar dengan hati yang lapang dan senang, akan lebih mudah terserap dibandingkan dengan suasana yang bosan dan tertekan. Usahakan ketika belajar, hati dan pikiran tenang serta suasana pun harus mendukung untuk belajar. Kita bisa mendesain ruangan belajar kita senyaman mungkin, baik ketika di sekolah atau di rumah. Ketika sedang belajar, datang rasa jenuh dan bosan berhentilah dulu. Jalan jalan sebentar melepas lelah, atau mendengarkan music instrument yang bikin semangat lagi. Atau kalau di ruangan kelas, rasa jenuh dan lelah bisa diselingi dengan “Ice Breaking” yang menyenangkan. Pokoknya ciptakan suasana belajar yang menyenangkan, supaya apa yang dipelajari itu, mudah untuk diserap dan di pahami.
Selain itu, perlu juga untuk persiapan Ujian Nasional ini, dibentuk kelompok belajar. Ini sebagai wadah untuk tempat berdiskusi, dan saling bantu antar siswa dalam memecahkan soal soal latihan. Tentunya dalam kelompok belajar ini, ada siswa yang memiliki kemampuan lebih bisa dijadikan leader, yang nantinya dapat membantu teman yang lainnya. Sehingga dengan belajar kelompok semua jadi terlatih mengerjakan berbagai soal, bahkan akan terjalin kekeluargaan dan keakraban ant ar anak didik. 
7.      Mintalah doa restu dari Orang tua dan guru
Doa yang dipanjatkan orang tua untuk anaknya In syaalloh mustajab. Maka jangan lupa untuk senantiasa memohon kepada orang tua kita, agar senantiasa didoakan setiap saat, supaya dimudahkan dalam mencari dan memahami ilmu terutama pada saat akan menghadapi Ujian Nasional ini. Semoga Alloh SWT mengabulkan segala doa orang tua kita dalam mendoakan anaknya, sehingga mendapatkan kelancaran dan hasil yang maksimal dalam Ujian dan terciptanya generasi yang ahli ilmu dan amal.
Selain mohon doa kepada orang tua, patut kiranya kita juga memohon doa dari guru guru , agar senatiasa mendoakan kita, supaya jalan untuk mencari ilmu terbentang luas, tulus mendidik dan membimbing yang akhirnya  lulus dengan baik dan  menggembirakan.
8.      Perbanyaklah berdoa
Dengan segala kerendahan diri dan hati, kita bersujud memohon kepada-NYa, agar di beri kelancaran dan kemudahan dalam menghadapi Ujian nanti, sehingga bisa lulus dengan hasil yang optimal dan memuaskan. Alloh SWT maha tahu seberapa besar usaha dan kerja keras yang sudah dilakukan hamba-Nya, dan seberapa sungguh sungguhkah doa yang sudah dipanjatkan kepada-NYa. Alloh melihat semua itu. Marilah perbanyak doa di setiap desah napas kita. Karena semua keberhasilan yang kita capai, semuanya kehendak Sang Pencipta. Berdoalah kepada-Ku (Alloh) Niscaya akan Aku Kabulkan. Itu janji Alloh dalam salah satu ayatNya. Wallahu ‘alam. Semoga Bermanfaat.





  

Jumat, 08 Januari 2016

BELAJAR DARI SUPERMARKET “ASIA PLAZA”


By : Lilik Latifah

Jumat kemarin, pulang sekolah saya langsung menuju kota tasikmalaya, tujuannya ke toko gramedia di kawasan supermarket “Asia Plaza”  ingin membeli buku “Guru Arif Rahman” hasil goresan pena Pak Ukim Komarudin, yang setelah saya banyak resensinya begitu sangat inspiratif. Rasa penasaran ingin membaca utuh buku ini, akhirnya sampai juga saya di toko gramedia ini. Tapi setelah saya beberapa kali muter muter di toko, sampai sudah di cari di Gramedia Online yang ada di Toko tersebut, ternyata buku Guru Arif Rahman sudah habis terjual, bahkan stoknya pun sudah tidak ada lagi.

Untuk mengobati kekecewaan hati, akhirnya saya keliling baca baca buku yang lain. Terbersit  di pikiranku,  pasti banyak buku lain yang sama inspiratifnya. Ya memang tidak meleset, saya menemukan buku “Guru Kalbu” karya pak Idris Afandi dan buku “Sukses Mulia” karya Motivator ternama pak Jamil Azzaini. etelah baca baca singkat dari buku sampel yang ada, ternyata kedua buku ini juga begitu inspiratif, akhirnya sesuai Budget yang ada, saya beli 2 buku ini.

Selepas dari toko buku, sambil nunggu sholat ashar, saya duduk di masjid depan kawasan pertokoan ‘Asia Plaza” tersebut. Sejenak saya termenung, melihat megah dan luasnya supermarket Asia Plaza ini, begitu dahsyat perkembangannya, padahal dari sisi usia berdirinya tergolong masih muda jika dibandingkan dengan toserba toserba terdahulunya yang ada di kota tasikmalaya. Banyak perubahan setiap saat di Asia Plaza, hal ini yang menjadi magnet konsumen untuk terus berkunjung ke Supermarket Asia Plaza ini.

Bukan hanya diserbu oleh warga tasikmalaya saja, tapi wilayah tetangga tasikmalaya juga ikut membanjiri Asia Plaza ini. Konsepnya “All In One”. Semua ada di sana, pusat perbelanjaan yang lengkap, hotel, Cinema, Toko Buku, sarana bermain anak. Tempat ibadah, bahkan sekarang ada “Mini Zoo”  ini sangat membantu para konsumen yang jika anaknya ingin ke kebun binatang tapi tidak bisa ke daerah bandung, maka bisa berkunjung ke Mini Zoo ini, walaupun dalam keadaan miniaturnya.

Perubahan setiap saat  dan konsep “All In One” nya Asia Plaza yang membedakan dari Toserba toserba lainnya,  hal ini yang menyebabkan Asia Plaza semakin maju dan berkembang pesat. Begitu juga dengan diri kita, yang berkecimpung di dunia pendidikan. Diantaranya ada dua hal yang menjadikan kita berkembang yaitu 1. Adanya perubahan setiap saat dari diri kita, pastinya kearah yang lebih baik. 2. Berbeda dari yang lainnya. Artinya kita harus berinovasi, kreatif dalam mendesain diri kita agar kita berbeda dengan pada umumnya. Tentunya semuanya diniatkan untuk mencari ridho Alloh SWT, bukan untuk diluar itu.

Saya jadi teringat pesan Guruku tercinta, bu haji neng Ida Nurhalida, dalam isi breafing pada hari pertama masuk kerja di sekolah tempat saya mengabdi. Beliau menekannkan perlunya perubahan, tambahan ilmu, wawasan untuk kita semua, terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang di sana terjadi arus bebas barang ataupun jasa. Tidak terkecuali jasa professional SDM termasuk guru. Dalam MEA tersebut, semua memiliki kesempatan yang sama, apakah kita mau menyerbu Negara Asean dengan barang dan jasa kita atau malah kita yang akan diserbu. Oleh karennya patutlah kita selayaknya meningkatkan kualitas diri kita, supaya kita tidak kalah bersaing dengan SDM lainnya.

Memang untuk pengembangan kualitas diri ini, menurut saya dapat diperoleh melalui 2 hal, pertama melalui wawasan. Wawasan cakrawala kita sejatinya harus terus diperluas, hal ini bisa di peroleh dari membaca buku, atau media social lainnya yang mendukung untuk pengembangan diri kita. Kedua, dari kesempatan. Kesempatan mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah lainnya yang bisa menambah pengalaman dan ilmu kita dalam mengembangkan potensi diri.

Namun terkadang kesempatan yang diberikan oleh pemerintah terbatas atau tidak merata, tapi hal itu jangan membuat kita jadi diam tidak berkembang, kita bisa mencari kesempatan itu, mengikuti forum ilmiah yang independen, toh pemerintah sudah menggelontorkan dana melalui sertifikasi itu, berarti sebagiannya bisa kita gunakan untuk mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah tersebut. Artinya kita proaktif menjemput kesempatan itu, untuk nantinya kita implementasikan dalam  pengabdian kita di dunia pendidikan.

 Dalam salah satu Hadis Rosulluloh SAW disebutkan “Hari ini harus lebih baik dari  hari  kemarin, jika  hari ini sama seperti  hari kemarin kita adalah golongan orang yang rugi, dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin kita termasuk golongan yang celaka”. Hadis tersebut memotivasi kita agar kita berada pada jalur pencapaian diri yang terbaik. Meskipun godaan yang menimpa kita begitu besar sehingga terkadang kita berada pada posisi hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin.

Kita memohon kepada Alloh SWT, agar senantiasa membimbing kita untuk menjadi pribadi lebih baik lagi, terus bersyukur dengan cara mengasah potensi potensi yang Alloh anugerahkan kepada kita agar senantiasa bersinar dan bercahaya, yang semuanya kita dedikasikan untuk amar ma’ruf nahyi munkar. Semuanya terpulang kepada kita. Kalau meminjam istilah Aa Gym mulai dari diri kita, mulai saat ini, mulai dari hal kecil. Semoga bermanfaat.

Senin, 04 Januari 2016


TIPS MUDAH BELAJAR KIMIA

By: Lilik Latipah

Masih banyak di kalangan siswa yang beranggapan bahwa belajar kimia sungguh menyulitkan, bahkan terkesan menakutkan. Mendengar kata kimia, yang terbayang di benaknya “BOM” atau Racun dan sebagainya. Padahal tidak demikian, Kimia adalah kehidupan. Berbagai materi yang ada di alam semesta ini adalah hasil reaksi reaksi kimia yang terjadi, baik secara alamiah atau pun sintesis.

Lihat  saja, baju, sandal, kosmetik, parfum, tas dan semua kebutuhan lainnya yang kita gunakan,  pada umumnya  hasil olahan kimia. Obat obatan yang diberikan dokter kepada sang pasien, adalah hasil olahan pakar pakar kimia. Intinya, Ilmu Kimia juga Ilmu Alloh SWT, jadi kita harus bangga belajarnya, untuk nantinya bisa di gunakan dalam kebaikan. Bagaimana caranya supaya dalam belajar kimia ini terasa mudah? Berikut akan diberikan beberapa tips mudah dan senang belajar kimia, yaitu:

1.    Tanamkan rasa “cinta” terhadap kimia. Ubah pola berpikirnya, dari yang tadinya benci kimia, segera berevolusi menjadi suka bahkan cinta terhadap belajar kimia. Jauhkan pikiran negatif tentang belajar kimia. Kalau itu sudah tertanam di jiwa, In Sya alloh lama kelamaan akan suka belajar kimia.

2.   Rajin Membaca buku kimia. Yang dipelajari  dalam ilmu kimia adalah teori dan hitungan. Sehingga untuk memahami teori teori kimia, maka kita harus rajin membacanya, bahkan ada  sebagian konsep kimia yang harus di hafal. Misalkan nama nama unsur beserta lambangnya, deret Volta, rumus rumus kimia dll.  Nah, kalau kita sudah memahami teorinya, maka akan sangat memudahkan dalam belajar perhitungan. Jadi, jangan malas untuk membaca dan memahami buku kimia.

3.    Pastikan harus mengerti tiap bab materi yang di ajarkan. Dalam belajar kimia, antar satu bab dengan bab lainnya ada keterkaitan. Intinya,  kita harus mengerti bab sebelumnya untuk memudahkan bab baru yang akan di pelajari. Biasanya guru menyebutkan, konsep prasyarat yang harus di kuasai. Misalnya untuk memahami tentang ikatan kimia, maka materi struktur atom, konfigurasi electron harus dikuasai dulu, supaya memudahkan dalam mempelajari ikatan kimia. Jika materi sebelumnya belum dikuasai, jangan menyerah, teruslah mencoba membaca, memahami dan diskusikan dengan teman yang di anggap mampu.

4.    Buatlah ringkasan materi yang diajarkan di sekolah dalam catatan kecil.  Hal ini bertujuan agar mudah dibawa kemana-mana, di saat ada waktu luang, maka kita bisa membacanya kembali.

5.    Salin kembali ringkasan materi ke dalam buku catatan. Ini berfungsi untuk mengingat materi yang telah diajarkan, dengan menuliskan ulang berarti mengikat kembali materi yang di ajarkan ke dalam otak kita. Karena ada pepatah mengatakan “ Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya”

6.    Perbanyak latihan mengerjakan soal-soal kimia. Semakin banyak kita latihan soal, maka semakin terlatih dalam menyelesaikannya. Selain itu, dengan banyak latihan soal, kita jadi semakin ingat akan teori teorinya. Bahkan saking seringnya, rumus rumus kimia pun jadi hafal dengan sendirinya. Sekarang banyak buku buku BANK SOAL yang sudah disertai penyelesainnya. Nah, itu bisa dijadikan buku panduan dalam latihan mandiri di rumah. Kita mencoba terlebih dahulu, nanti dicocokkan dengan jawaban yang tertulis di buku tersebut.

7.    Usahakan belajarnya dicicil, walaupun sebentar tapi kontinyu dilakukan tiap hari. Tiap hari 15 menit tapi terus menerus, akan jauh lebih berhasil dibandingkan jika belajarnya sekali  3 jam tapi di sekaliguskan. Jauhkan kebiasaan dadakan belajar kimia hanya pada saat mau ulangan saja, cara ini dipastikan jarang yang berhasil. Kalaupun ada, hasilnya tidak akan maksimal.

8.    Jangan malu untuk bertanya. Jika ada materi kimia yang belum jelas, bisa ditanyakan ke guru langsung, atau bisa juga didiskusikan terlebih dahulu dengan teman yang menguasainya.

9.   Pantang menyerah dalam mengerjakan soal. Harus punya keinginan yang kuat ingin bisa. Sehingga  soal sesulit apapun akan terpecahkan solusinya.

10.      Perbanyaklah berdo’a supaya dibukakan pintu pintu IlmuNYa.

Tiada seseorang pun menguasai suatu ilmu, semuanya atas izin Alloh SWT. Maka jangan lupa perbanyak do’a dalam tiap sujud kita. Semoga kesuksesan senatiasa menyertai kita semua. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Minggu, 03 Januari 2016

Bismillah...Hari ini kembali lagi masuk sekolah menjalani aktivitas seperti biasanya, Jadikan setiap moment sebagai belajar. Read, Read, Read, Write, Write, Write anytime and anywhere. semoga hari ini dan seterusnya menjadi lebih baik lagi, lebih banyak karya, lebih banyak bermanfaat bagi sesama. Teringat motto nya bu Nur Arifah Drajati : Read More, Write More, Pray More. Do Not Stop learning. Ok. In Sya Alloh.