BERUSAHA MENJADI GURU “CANTIK”
(Cerdas, Aktif, berNilai,
Tulus, Inovatif, Kreatif)
Oleh : LILIK LATIPAH
“Guru professional itu harus memiliki kompetensi
kepribadian yang utuh, sehingga guru bekerja bukan hanya sekedar melaksanakan tugas
semata, tetapi sampai pada panggilan hati nurani yang berdasarkan pada cinta
kasih sesama yang semuanya dilakukan berdasarkan ketulusan hati mereka, yang
nantinya selain akan mencetak generasi
yang cerdas intelektualnya, juga terampil dan berkualitas akhlaknya”
Guru merupakan
salah satu faktor yang paling penting
dalam kemajuan dunia pendidikan. Bahkan saking pentingnya, guru bisa dikatakan
penentu terbentuk dan berkembangnya suatu peradaban dalam hal mencetak generasi
mendatang. Karena guru yang berkualitas akan menginisiasi dan menginspirasi
lahirnya anak anak yang berkualitas pula.
Pertanyaannya sekarang? Guru yang seperti apakah yang demikian itu?
Jawabannya adalah guru yang professional.
Guru professional adalah guru yang totalitas
dalam kegiatan mengajar dan mendidik siswa, memiliki rasa tanggung jawab dan
peduli terhadap perkembangan akhlak, sifat dan intelektual siswanya, sehingga
diharapkan siswanya senantiasa mengalami perkembangan menjadi lebih baik. Untuk
mewujudkan guru yang professional itu tentu tidaklah mudah, memerlukan
perjuangan berupa kemauan yang keras untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri
sepanjang masa. Dalam hal ini, penulis
rangkumkan kriteria guru professional itu adalah guru yang Cantik yaitu
guru yang Cerdas, Aktif,
berNilai, Tulus, Inovatif, Kreatif.
Menjadi guru
professional atau tidak sama sekali, (gambar dari Ibsalamri.net, diunggah
tanggal 29 Mei 2016)
Guru
yang Cerdas. Untuk menjadi seorang guru yang cerdas tentunya harus
memenuhi standar kualifikasi tertentu yang sudah diatur oleh pemerintah dalam Undang Undang, seperti dalam hal pendidikannya
harus minimal sarjana. Mengapa demikian? Kita tahu bersama, bahwa dalam proses
belajar mengajar, tidak mungkin dilaksanakan asal jalan saja, tapi diperlukan
pemikiran, keterampilan dan keahlian khusus, yang dalam hal ini bisa diperoleh
guru melalui pendidikan yang ditempuhnya. Tentu saja dalam prakteknya, guru
cerdas bukan hanya diukur dari cerdas intelektualnya semata, melainkan harus
cerdas dalam berbagai hal. Misalkan cerdas dalam melatih emosi, cerdas dalam
mengambil keputusan, cerdas dalam memahami kurikulum yang digunakan sebagai
standar acuan pembelajaran, cerdas dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul
baik ketika proses belajar mengajar, atau dalam lingkungan sekolah dan
masyarakat luar. Perlu kemampuan dan kesiapan yang matang dalam menghadapi
semua ini. Untuk menjadi guru
profesional, tidak cukup hanya menjadi guru yang cerdas, tapi guru pun harus
menjadi guru Aktif.
Guru
yang Aktif senantiasa memiliki banyak ide baru dalam memberikan pelayanan
yang terbaik untuk siswanya, oleh karena itu diperlukan wawasan, ilmu dan
keterampilan setiap saat. Guru senantiasa mengupdatekan kemampuan dirinya
dengan perkembangan zaman dan IPTEK, semua itu akan terwujud apabila guru
tersebut aktif baik dalam kegiatan
kegiatan ilmiah, membaca informasi dari jurnal, Koran, buku atau mengikuti
diklat lainnya yang menunjang terhadap kemajuan kualitas diri sebagai pendidik.
Intinya, guru harus menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.
Jika
guru yang cerdas dan aktif telah terwujud, sekarang tinggal kemauan yang kuat
dari guru tersebut untuk berubah menjadi lebih baik, memiliki semangat tinggi
dalam mengabdikan dirinya bagi kemajuan siswa, sekolah dan masyarakat pada
umumnya. Karena dalam hal ini, seberapa banyak pun ilmu yang dimiliki, jika tidak dimanfaatkan, sia sialah
ilmu tersebut. Ini artinya , guru sebagai pendidik harus memiliki Nilai
manfaat, kompetensi sosial yang tinggi, peduli
dan bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan dan moral siswanya. Karena sebaik baik manusia, adalah
yang banyak memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungannya. Kebermanfaatan inilah sebagai bentuk
pengabdian seorang guru professional.
Dalam
perjalanan pengabdiannya itu, guru akan menjadikan sekolah sebagai rumah
keduanya, mengingat sebagian besar waktu para guru dan siswa habis di sekolah.
Karena itu, begitu kuat, ingatan para siswa terhadap gurunya. Salah satu hal
yang sangat membekas dalam ingatan siswa adalah jika seorang guru mengajar dan
mendidik anak didiknya dengan Tulus. Seorang guru yang bekerja karena panggilan jiwa, hatinya selalu
tergerak untuk memberikan layanan pembelajaran dan teladan yang terbaik untuk para siswanya, semangat yang tertanam
selalu tinggi, maka semua rintangan apapun akan dapat dilaluinya. Intinya, guru
professional itu harus memiliki kompetensi kepribadian yang utuh, sehingga guru
bekerja bukan sekedar melaksanakan tugas
semata, tetapi sampai pada panggilan hati nurani yang berdasarkan pada cinta
kasih sesama yang semuanya dilakukan berdasarkan ketulusan hati mereka, yang nantinya selain
akan mencetak generasi yang cerdas
intelektualnya, juga terampil dan berkualitas akhlaknya, itulah yang dinamakan
guru yang Tulus.
Guru
yang tulus selain memiliki ketulusan dalam mengajar, dia juga selalu antusias
untuk belajar bagaimana cara mengajar yang tepat dalam kegiatan pembelajaran.
Sehingga setiap siswa yang memiliki cara berbeda dalam belajar dapat
terakomodasi. Untuk mewujudkan semua itu, maka guru perlu berinovasi dalam
membuat media dan strategi pembelajaran yang bervariasi. Dengan seringnya guru
membaca, mengikuti diklat kependidikan, workshop, maka semakin kayalah ide nya.
Dari Hal ini diharapkan guru menjadi
lebih inovatif.
Selain
bisa berinovasi, guru pun harus kreatif dalam mengemas skenario pembelajaran di
kelas dengan siswa supaya tercipta suasana belajar yang kondusif dan
menyenangkan. Dengan menjadi guru kreatif, maka guru akan menemukan keunikannya
tersendiri. Guru harus berani tampil beda, tentunya tampil beda yang positif
agar mampu menjadi guru kreatif yang menginspirasi. Guru kreatif selalu
berfikir keras untuk menciptakan ide ide baru dalam mengelola pembelajaran yang
baik, memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik pula. Selain kreatif
dalam menyajikan suasana pembelajaran, guru kreatif pun selalu berusana
menjalin hubungan komunikasi yang
berkualitas dengan siswanya. Sehingga terjalin rasa saling hormat menghormati,
senang, dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. Itulah sekilas gambaran
kriteria guru professional, yang penulis rangkum menjadi Guru yang “CANTIK”.
Semoga kita sebagai pendidik senantiasa berikhtiar menjadi guru yang
Profesional (Cerdas, Aktif, berNilai, Tulus, Inovatif, Kreatif).
tentunya kalo jadi guru kita harus seperti anak kecil yang memahami akan kemauan anak ya
BalasHapus