Selamat Datang di Blog Saya.. Lilik Latifah..Mari Berbagi Ilmu dan Informasi

Rabu, 30 Desember 2015


INDAHNYA HIDUP Ber-HUSNUDZON

By: LILIK LATIPAH

 

 Dalam perjalanan hidup ini, tidak selamanya berjalan mulus terkadang banyak permasalahan yang muncul di kehidupan kita. Bahkan masalah seringkali terus menerus membelit kehidupan kita, bentuknya pun bermacam macam. Tidak jarang dengan kesulitan hidup ini sebagian orang mengalami kesedihan, depresi bahkan ada yang  nekad sampai melakukan perbuatan yang di larang agama misalkan bunuh diri, (Naudzubillah) hal ini saking merasa putus asa dalam menghadapi permasalahannya itu.

Namun tidak seharusnya kesulitan hidup yang kita alami, harapan kita terhadap masa depan menjadi sempit. Untuk menghadapi berbagai kesulitan hidup ini,  perlu kiranya kita mencari jalan keluar untuk memecahkannya, berupa ikhtiar yang maksimal dengan di barengi doa yang ikhlas dan sungguh sungguh. Selain ikhtiar yang disertai doa, ada amalan hati yang dapat meringankan beban pikiran kita dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup ini, yaitu selalu berhusnudzon dalam kondisi apapun dan kepada siapa pun, terlebih kepada Alloh SWT, sang pengatur kehidupan ini

 Hidup akan terasa indah dan menyenangkan, jika kita bingkai pigura kehidupan ini dengan selalu berhusnudzon (berprasangka baik).  Husnudzon (berprasangka baik) adalah selalu bersikap dan berpikiran positif dalam menghadapi berbagai warna kehidupan ini, kita senantiasa meyakini bahwa semua ketentuan-Nya selalu membawa kebaikan dan mengandung hikmah.

Saat kondisi ekonomi kita kurang (miskin), tidak senantiasa membuat kita berkeluh kesah atau menjadikan kita rendah diri. Kita selalu berprasangka baik kepada Alloh SWT. Mungkin kondisi ini, Alloh  menginginkan kita untuk lebih keras lagi dalam meraih karuniaNya. Dengan kondisi kurang ini, mungkin Alloh SWT ingin menjaga kesehatan kita, karena dengan kekurangan harta menjadikan apa yang kita makan tidak berlebihan, akibatnya tidak banyak penyakit hinggap di tubuh yang kebanyakan berasal dari makanan yang kita konsumsi.

Mungkin kondisi ini, Alloh SWT ingin melihat  seberapa besar tingkat kesabaran kita. Jika kita senatiasa memelihara sikap husnudzon, jiwa kita menjadi lapang. Kita tidak akan merasa terhina dengan kemiskinan.  Toh miskin dan kaya bukan ukuran  keberadaan derajat seseorang di hadapan Alloh SWT.

Saat kondisi kita di uji dengan sakit, tidak lantas membuat kita putus harapan untuk sembuh, kita meyakini ujian ini, mungkin Alloh SWT hendak menghapus dosa dosa kita, Alloh ingin melatih kesabaran kita. Sehingga walau kondisi sakit, jiwa kita selalu optimis, senyum manis selalu tersimpul di wajah, setiap kesakitan muncul selalu diiringi kalimah toyyibah yang terucap dibibirnya. Semua ini adalah bentuk olahan hati yang senantiasa berharap rahmat Alloh, terbentuk karena senantiasa berprasangka baik terhadap-NYA.

Berhusnudzon pun perlu dibiasakan dalam kehidupan bermasyarakat kita. Jika hal ini terjadi, maka persaudaraan antar sesama saling menguatkan. Dengan husnudzon, sikap toleransi dan saling menghargai pun akan terjalin. Misalkan ada seseorang yang bermuka masam ke kita, hal ini tidak menjadikan kita berpikir keras untuk mencapai kenapa orang itu bersikap demikian, selama kita tidak merugikan dia, maka sepatutnya kita berhusnudzon, dalam hati kita bergumam mungkin dia lagi banyak pikiran, atau mungkin dia lagi sariawan sehingga senyum pun tak kuasa muncul di wajahnnya. Bila hal ini kita biasakan, maka pikiran kita jadi ringan, tenaga dan pikiran kita tidak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele, sehingga  otak dan pikiran kita bisa kita gunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.

Sungguh memukau sikap husnudzon ini bukan!!!, yakinlah setiap permasalahan dan kesulitan yang muncul di kehidupan kita pasti ada hikmah sesudahnya. Di balik ketidaktahuan kita, akan ada kejutan -kejutan kebaikan yang telah Alloh siapkan untuk kita, jika kita mampu melaluinya dengan mahkota kesabaran.

Prinsip kita tanamkan dalam jiwa, di setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan, Alloh SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Yang paling penting bagi kita, jauhilah sikap prasangka jelek (Suu’dzon). Karena  perbuatan menduga duga itu sangat dilarang, bahkan berdosa. Sesuai firman Alloh SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari  prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. “

Itulah beberapa manfaat dan gambaran indahnya jika hidup kita senantiasa di balut dengan husnudzon. Yuk, kita sama sama introsfeksi dan  memperbaiki diri kita, untuk melatih diri kita agar senatiasa  berprasangka baik dalam kondisi bagaimanpun, dimana pun. Semoga Rahmat dan Keberkahan senantiasa mengiringi setiap detak jantung kita. Wallahua’lam. Semoga bermanfaat.

Selasa, 29 Desember 2015

Dampak Lain Teknologi
By: Lilik Latipah

       Perkembangan Teknologi Informasi saat ini yang semakin canggih, keberadaannya bukan lagi menjadi gaya hidup, tapi sudah menjadi kebutuhan primer bagi semua kalangan tanpa kecuali. Kita sepatutnya mengapr...esiasi perkembangan Teknologi Informasi ini karena akan semakin membantu kehidupan manusia, walaupun tentunya dampak positif dan negatif penggunaan Teknologi Informasi sudah pasti ada, dan sudah sewajarnya kita mewaspadai hal ini.
      Kalau kita melihat fenomena sekarang ini, misalnya keberadaan Handphone (HP) penggunaannya sudah sangat memasyarakt, berbeda jauh dengan 10 tahun yang lalu. Bagi masyarakat di pedesaan yang awam Teknologi, biasanya penggunaan Handphone hanya sebatas untuk alat komunikasi jarak jauh, sehingga memudahkan berinteraksi dengan siapa pun.
     Tetapi keberadaan handphone dengan fasilitas android yang semakin canggih saat ini, di kalangan perkotaan atau masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah, bukan hanya sebagai alat komunikasi saja, melainkan mempermudah dalam pelayanan apapun misalkan dalam perbankan dan mempercepat akses informasi keadaan seluruh dunia melalui internet.
    Dengan semakin canggihnya penggunaan Handphone plus fasilitas lainnya, jika digunakan tidak bijaksana, akan menimbulkan masalah yang serius. Penggunaan Handpnone yang kurang bijaksana bagi berbagai kalangan, di tempat manapun terkadang membuat penggunanya terbuai dengan keasyikan fasilitas Handphone tersebut, akibatnya banyak hak orang orang di sekeliling kita terampas (Kurang Perhatian).
      Misalkan banyak kita lihat, penggunaan media social atau fasilitas internet lainnya yang semakin memasyarakat, mengurangi interaksi dan kehangatan kita baik dengan keluarga atau kegiatan social lainnya. Banyak anak memprotes orang tuanya, hanya karena keseringan menggunakan gadget, computer, atau yang lainnya, sehingga hak anak terampas. Atau misalkan saking sibuknya kurang sekali bercengkrama dengan lingkungan sekitar, ataupun hanya sebatas ngobrol, itu juga sambil telponan.
       Hal ini yang menyababkan keringnya rasa empati antara kita dan orang-orang diluar diri kita. Jika ini dibiarkan terus menerus, maka akan muncul generasi generasi egois dan anti social. Padahal kebahagiaan hidup itu, jika antar kita saling menghargai, memberikan perhatian yang cukup dan bisa bermanfaat bagi orang lain.
     Perlu kiranya kita menata diri kita, supaya bijak dalam penggunaan Handphone dan fasilitas lainnya. Misalkan saat pasangan kita atau siapapun berbicara, bercerita, bercengkrama, maka simpan dulu Hpnya, perhatikanlah mereka. Pepatah mengatakan Perhatikan duniamu dengan penuh seksama, sebab nikmat Surgawi ada di sana. Wallahu’alam, Semoga bermanfaat

Senin, 28 Desember 2015

TWC 5 Memang " KEREN ABIS"

‪#‎TWC‬ 5, suatu pelatihan menulis yang beda dengan pelatihan menulis lainnya yang pernah saya ikuti. Beberapa keunikan di TWC 5 ini yaitu:
1.Learning By doing, selain diberikan materi seputar trik trik tulis menulis , di sini pula peserta di beri tantangan, harus langsung menulis dengan tenggang waktu yang sudah ditetapkan, sehingga semua peserta terpacu untuk menulis.
2. Selain di latih untuk bisa menulis, peserta TWC 5 di haruskan melek IT. semua peserta harus menulis di media sosial, bahkan ini menjadi ajang "kompetisi" antar peserta untuk mempersembhkan tulisan terbaik.
3. Di TWC 5 ini memang luar biasa, dengan biaya terjangkau, tapi bisa menghadirkan berbagai narasumber yang hebat hebat. Secara tidak langsung sebenarnya kita diajarkan bagaimana kekuatan relasi harus terjalin dengan siapapun, sehingga memudahkan untuk mewujudkan yang terbaik.
4. Di TWC 5, selalu menumbuhkan apresiasi positif terhadap hasil karya tulisan pesertanya. Setiap tulisan hasil karya peserta, selalu di komentar positif, misalkan..'Keren', Mantap, Calon Penulis Hebat, dsb. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan jiwa penulis, sehingga semakin semangat untuk terus belajar menulis. karena menulis merupakan "proses" jadi yang paling penting menulis saja dulu, tanpa harus banyak beban ' baik jeleknya' itu berproses. dengan seiringnya waktu, kalau sudah terbiasa menulis, maka gaya dan passion menulisnya akan terbentuk.
5. Proses belajar di TWC 5, itu serius tapi menyenangkan. Serius dalam artian pembelajarannya sungguh suungguh untuk menghasilkan para peserta yang hobi menulis. hal ini bisa terlihat dengan akan terbitnya produk buku kompilasi tulisan karya seluruh peserta. Pembelajaran di TWC 5, sungguh menyenangkan, tak ada satu peserta pun yang tidak Happy, semua asyik. tak terlihat ada peserta yang ngantuk, sekalipun acaranya sampai larut malam.
6. Hanya di TWC 5, yang semua peserta mendapatkan hadiah buku. biasanya kalau ada acara pelatihan atau kegiatan serupa lainnya, pasti hanya ada Doorprize untuk salah satu peserta yang terpilih..
Itulah sebagian kelebihan TWC 5 yang dirasakan, tentunya masih banyak lagi yang tidak bisa dituliskan satu persatu. Semoga tahun depan bisa diadakan kembali TWC 6. dan terkabulnya doa doa kita semua terutama doa para penyelenggara TWC 5, yang mengharapkan semua peserta TWC 5 harus sudah menerbitkan buku. Semoga energi positif dari TWC 5 ini senatiasa tertanam dalam jiwa yang tidak lekang oleh waktu. sekali lagi TWC 5 memang KEREN. Terima Kasih kepada seluruh panitia dan para narasumber yang sudah berbagi ilmu dan pengalamannya, semoga virus energi positif nya bisa tertular kepada kita semua peserta TWC 5. Colek Pa Wijaya Kusumah, Pa Namin AB Ibnu Solihin, Miss Juli Dwisusanti, Bu Nur Arifah Drajati, Pa Sudarma, Pa Dedi Dwitaguna, Pa Ukim Komarudin, Mas Padh, Pa Ahmad Fuadi, Pak Bhayu. Pa Dian Kelana.
 dan seluruh para narasumber lainnya yang belum di sebutkan satu persatu.

Minggu, 27 Desember 2015


Dahsyatnya Sebuah Senyuman

By : Lilik Latipah

Dalam salah satu Hadits Nabi SAW dikatakan Senyumanmu ketika bertemu dengan saudaramu adalah sedekah”. Hadis tersebut membuat penasaran saya, muncul pertanyaan di benakku mengapa senyum begitu istimewa, sampai Nabi SAW mensejajarkan dengan pahala sedekah.

Untuk mengobati rasa penasaran ini, saya mencoba melakukan literasi berbagai referensi, dilihat kebermanfaatan senyum  dari berbagai aspek. “Senyum” satu kata singkat yang kelihatannya seperti sepele, tapi terkadang banyak orang melupakannya. Senyum merupakan ekspresi perasaan jiwa dan hati kita yang terlihat oleh semua orang.

Senyum juga biasanya identik dengan perasaan gembira yang terpancar dari diri yang merupakan salah satu indikator kebahagiaan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Senyum memang hal yang sangat luar biasa. Siapa yang tidak senang jika di berikan satu hal ini.

Ketika kita dalam kondisi sedih, galau, suntuk, takut, tiba-tiba saja  ada orang yang lewat menyapa sambil tersenyum manis kepada kita, dengan reflex kita membalas senyumannya. Tanpa Kita sadari, sebenarnya saat terjadi balas membalas senyuman tadi, Sejenak masalah yang kita alami terlupakan.

Tentunya senyum yang berdampak dahsyat itu, adalah senyum yang tulus dan sudah menjadi bagian karakter diri. Bukan senyum sinis, atau senyum yang terkesan melecehkan. Semua orang bisa melakukan senyum, tapi  untuk senyum yang tulus kiranya perlu “Riyadloh” khusus.

Mengapa demikian? Mengingat tidak semua orang bisa melakukan senyum tulus ini, karena dalam berbagai kondisi perasaan hati kita, harus dipancarkan melalui senyuman, sekalipun dalam kondisi ketidaknyaman, Itulah senyuman yang tulus dan bermanfaat.

Bagi sebagian orang yang kuat keinginannya memberikan senyuman tulus  kepada siapapun, mungkin pada awalnya terasa sulit, terutama pada saat hati lagi ngga enak, tapi jika hal ini terus diasah maka akan menjadi kebiasaan dan tertanam dalam pribadi kita.

Senyuman tulus ini, akan melatih dan menumbuhkan pribadi yang ramah, sopan, selalu menghargai dan toleransi yang tinggi terhadap sesama. Menjauhkan dari penyakit hati yang kotor, tanpa disadari terkadang menggerogoti hati kita dalam hidup bermasyarakat.

Selain itu, senyuman tulus akan menjadikan pribadi yang disenangi banyak orang, akibatnya kita jadi banyak teman dan sahabat, sehingga  memudahkan kita dalam bergaul, bahkan menjadi magnet dalam berinteraksi dengan orang lain.

Senyuman yang tulus, kelihatannya hal kecil. Tapi kita tidak boleh meremehkannya. Sekecil apapun kebaikan, kita harus melakukannya dengan niat yang baik. Kita tidak pernah tahu, perbuatan baik kita yang mana yang mendatangkan ridho Alloh SWT? Bisa jadi senyuman tulus yang kita berikan setiap hari yang mendatangkan Ridho Alloh itu.

Oleh karena itu, lakukan kebaikan sekecil apaun setiap saat. Kuatkan dan luruskan niat kita untuk melakukannya termasuk dalam membiasakan senyum yang tulus kepada siapapun dan dimana pun kita berada.  Nabi SAW Bersabda “Jangan sekali-kali engkau meremehkan perbuatan baik sekecil apapun, meskipun perbuatan itu berupa engkau menemui saudaramu dengan wajah yang ceria (dengan senyum)      (HR. Muslim).

Jika kita tinjau dari berbagai aspek, banyak sekali manfaat senyuman tulus itu. Di atas sudah dibahas manfaat secara umum dari senyuman. Berikut manfaat dan dampak lainnya dari  senyuman tulus yang kita rasakan:

1.     Senyum tulus dapat membuat kita menjadi lebih cantik dan menarik.

Lihat saja orang yang membiasakan tersenyum tulus dalam kondisi apapun, selalu terlihat cantik dan menjadikan suasana nyaman, tenang  bagi yang melihatnya.

2.    Senyum tulus itu dapat menular kebaikannya  kepada orang lain.

Ketika ada orang tersenyum kepada kita, maka orang tersebut akan membalasnya dengan senyuman. Tanpa kita sadari saat itu kita sudah menyebarkan kebaikan lewat senyuman tulus yang kita berikan.

3.     Senyum tulus itu dapat menghilangkan kegaulan diri. Kondisi kegalauan seseorang bisa terlihat dari pancaran wajahnya. Perasaan galau yang berkecamuk merupakan campuaran berbagai perasaan. Bisa sedih, bosan, lelah, tertekan. Bila hal ini terjadi pada diri kita, maka ambillah waktu untuk belajar tersenyum yang tulus, kuatkan niat kita untuk tersenyum dalam kondisi bagaimanapun, perlahan kebiasaan baik ini akan mengurangi kegalauan kita, bahkan lambat laun akan menghilangkannya.

4.     Senyum tulus itu dapat menjadikan awet muda.

Jika senantiasa membiasakan tersenyum tulus, maka otot otot wajah kita akan kencang, akibatnya pori-pori kulit wajah jadi mengecil hal inilah yang membuat kulit Nampak sehat, cerah dan terlihat awet muda.

5.     Senyum tulus dapat menjadikan kita sehat.

Menurut penelitian, senyuman dapat membuat kerja imun menjadi baik, sehingga kekebalan tubuh kita meningkat. Hal ini yang bisa melawan virus penyakit yang datang menghampiri. Coba kita chek tensi darah, pada saat wajah kita tersenyum tentunya akan lebih normal hasilnya, jika dibandingkan pada saat hati dan pikiran kita lagi tertekan, galau, yang terkadang senyuman pun tak kuasa muncul.

6.    Senyum tulus dapat mengubah berbagai perasaan.

Jika kita dalam kondisi sedih, bosan, lelah, maka cobalah untuk tersenyum. Hal ini akan meringankan beban pikiran kita, dan mengubahnya menjadi lebih baik. Walaupun susah, tapi kalau dilatih terus maka hal ini akan menjadi kebiasaan.

7.     Senyum tulus membuat kita lebih percaya diri.

Perhatikan jika kita tersenyum, disitu ada energy positif keluar yang akan membawa diri kita menjadi lebih percaya diri. Coba kita lihat, misalkan saat kita di suruh tampil di depan umum, jika diawali dengan senyuman maka di sekeliling kita akan mendukung kita untuk lebih tampil prima, akibatnya akan jauh dari tampil grogi.

8.    Senyum tulus membuat kita senantiasa berpikir positif.

Salah satu kunci meraih sukses adalah senantiasa berpandangan  positif dalam segala hal.  Berpikir positif dapat terlihat dari senyuman tulus yang terpancar dari wajahnya. Dengan membiasakan tersenyum yang tulus, menggambarkan bahwa kita selalu memelihara sifat positif berupa kebaikan dalam diri kita.

9.    Senyum tulus dapat membangun keakraban.

Apabila kita ingin memiliki banyak relasi kebaikan dengan dunia luar, maka kita harus berusaha mencoba menyebarkan “virus” senyum yang tulus dalam berbagai kesempatan, hal ini yang menyebabkan kita menjadi dekat dan akrab.

10.     Senyum tulus dapat menciptakan kedamaian.

Jika kita memberikan senyuman tulus kepada siapa pun, tentunya kita dan orang lain menjadi senang dan tenang sehingga melahirkan kedamaian. hidup dalam suasana damai, banyak muncul berbagai kebaikan, di situlah berkah yang tak tenilai harganya.

Itulah sebagian dahsyatnya kekuatan senyuman, dan pastinya masih banyak lagi manfaat lain dari sebuah senyuman yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Yang paling penting, sejak saat ini marilah kita sebarkan kebaikan senyuman tulus ini kepada siapapun dan dimana pun. Sesuaikan perintah baginda Rosull, sebarkan kebaikan walaupun satu ayat. Wallahu’alam semoga bermanfaat.

Kamis, 17 Desember 2015

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE



A. Definisi Model ASSURE

ASSURE model adalah salah satu petunjuk dan perencanaan yang bisa membantu untuk bagaimana cara merencanakan, mengidentifikasi, menentukan tujuan, memilih metode dan bahan, serta evaluasi.
Model assure ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan  bermakna bagi peserta didik.
Pembelajaran dengan menggunakan ASSURE Model  mempunyai beberapa tahapan yang dapat membantu terwujudnya pembelajaran yang efektif dan bermakan bagi peserta didik.
  1. A.  TAHAPAN TAHAPAN MODEL ASSURE
Tahapan tersebut menurut Smaldino merupakan penjabaran dari ASSURE Model, adalah sebagai berikut:
1.    ANALYZE LEARNER  (Analisis Pembelajar)
Tujuan utama dalam menganalisa termasuk pendidik dapat menemui kebutuhan belajar siswa yang urgen sehingga mereka mampu mendapatkan tingkatan pengetahuan dalam pembelajaran secara maksimal. Analisis pembelajar meliputi tiga faktor kunci dari diri pembelajar yang meliputi :
a)       General Characteristics (Karakteristik Umum)
Karakteristik umum siswa dapat ditemukan melalui variable yang konstan, seperti, jenis kelamin, umur, tingkat perkembangan, budaya dan faktor sosial ekonomi serta etnik. Semua variabel konstan tersebut, menjadi patokan dalam merumuskan strategi dan media yang tepat dalam menyampaikan bahan pelajaran.
b)     Specific Entry Competencies ( Mendiagnosis kemampuan awal pembelajar)
Penelitian yang terbaru menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa merupakan sebuah subyek patokan yang berpengaruh dalam bagaimana dan apa yang dapat mereka pelajari lebih banyak sesuai dengan perkembangan psikologi siswa (Smaldino dari Dick,carey& carey,2001). Hal ini akan memudahkan dalam merancang suatu pembelajaran agar penyamapain materi pelajaran dapat diserap dengan optimal oleh peserta didik sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
c)      Learning Style (Gaya Belajar)
Gaya belajar yang dimiliki setiap pembelajar berbeda-beda dan mengantarkan peserta didik dalam pemaknaan pengetahuan termasuk di dalamnya interaksi dengan dan merespon dengan emosi ketertarikan terhadap pembelajaran. Terdapat tiga macam gaya belajar yang dimiliki peserta didik, yaitu: 1. Gaya belajar visual (melihat) yaitu dengan lebih banyak melihat seperti membaca 2. Gaya belajar audio (mendengarkan), yaitu belajar akan lebih bermakna oleh peserta didik jika pelajarannya tersebut didengarkan dengan serius, 3. Gaya belajar kinestetik (melakukan), yaitu pelajaran akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik jika dia sudah mempraktekkan sendiri.

2. STATE STANDARDS AND OBJECTIVES (Menentukan Standard Dan Tujuan)
Tahap selanjutnya dalam ASSURE model adalah merumuskan tujuan dan standar. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat memperoleh suatu kemampuan dan kompetensi tertentu dari pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan dan standar pembelajaran perlu memperhatikan dasar dari strategi, media dan pemilihan media yang tepat.
a)      Pentingnya Merumuskan Tujuan dan Standar dalam Pembelajaran
Dasar dalam penilaian pembelajaran ini menujukkan pengetahuan dan kompetensi seperti apa yang nantinya akan dikuasai oleh peserta didik. Selain itu juga menjadi dasar dalam pembelajaran siswa yang lebih bermakna. Sehingga sebelumnya peserta didik dapat mempersiapkan diri dalam partisipasi dan keaktifannya dalam pembelajaran.
Ada beberapa alasan mengapa tujuan perlu dirumuskan dalam merancang suatu program pembelajaran seperti yang dijelaskan oleh Wina Sanjaya (2008 : 122-123) berikut ini :
  1. Rumusan tujuan yang jelas dapat digunakan untuk mengevaluasi efektifitas keberhasilan proses pembelajaran.
  2. Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa
  3. Tujuan pembelajaran dapat membantu dalam mendesain sistem pembelajaran
  4. Tujuan pembelajaran dapat digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas dan kualitas pembelajaran.
b)     Tujuan Pembelajaran yang Berbasis ABCD
Menurut Smaldino,dkk.,setiap rumusan tujuan pembelajaran ini haruslah lengkap. Kejelasan dan kelengkapan ini sangat membantu dalam menentukan model belajar, pemanfaatan media dan sumber belajar berikut asesmen dalam KBM.  Rumusan baku ABCD tadi dijabarkan sebagai berikut:
  • A = audience
Pebelajar atau peserta didik dengan segala karakterisktiknya. Siapa pun peserta didik, apa pun latar belakangnya, jenjang belajarnya, serta kemampuan prasyaratnya sebaiknya jelas dan rinci.
  • B = behavior
Perilaku belajar yang dikembangkan dalam pembelajaran. Perlaku belajar mewakili kompetensi, tercermin dalam penggunaan kata kerja. Kata kerja yang digunakan biasanya kata kerja yang terukur dan dapat diamati.
  • C = conditions
Situasi kondisi atau lingkungan yang memungkinkan bagi pebelajar dapat belajar dengan baik. Penggunaan media dan metode serta sumber belajar menjadi bagian dari kondisi belajar ini. Kondisi ini sebenarnya menunjuk pada istilah strategi pembelajaran tertentu yang diterapkan selama proses belajar mengajar berlangsung.
  • D = degree
Persyaratan khusus atau kriteria yang dirumuskan sebagai dibaku sebagai bukti bahwa pencapaian tujuan pembelajaran dan proses belajar berhasil. Kriteria ini dapat dinyatakan dalam presentase benar (%), menggunakan kata-kata seperti tepat/benar, waktu yang harus dipenuhi, kelengkapan persyaratan yang dianggap dapat mengukur pencapaian kompetensi. Ada empat kategori pembelajaran.
1. Domain Kognitif
Domain kognitif, belajar melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang dapat diklasifikasikan baik sebagai verbal / informasi visual atau sebagai ketrampilan intelektual.
2. Domain Afektif
Dalam domain afektif, pembelajaran melibatkan perasaan dan nilai-nilai.
3. Motor Domain Skill
Dalam domain ketrampilan motorik, pembelajaran melibatkan atletik, manual, dan ketrampilan seperti fisik.
4. Domain Interpersonal
Belajar melibatkan interaksi dengan orang-orang.
c)      Tujuan Pembelajaran dan Perbedaan Individu
Berkaitan dengan kemampuan individu dalam menuntaskan atau memahami sebuah materi yang diberikan. Individu yang tidak memiliki kesulitan belajar dengan yang memiliki kesulitan belajar pasti memiliki waktu ketuntasan terhadap materi yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, maka timbullah mastery learning (kecepatan dalam menuntaskan materi tergantung dengan kemampuan yang dimiliki tiap individu.
3.  SELECT STRATEGIES, TECHNOLOGY, MEDIA, AND MATERIALS (Memilih, Strategi, Teknologi, Media dan Bahan ajar)
Langkah selanjutnya dalam membuat pembelajaran yang efektif adalah mendukung pemblajaran dengan menggunakan teknologi dan media dalam sistematika pemilihan strategi, teknologi dan media dan bahan ajar.
a). Memilih Strategi Pembelajaran
Pemilihan strategi pembelajarn disesuaikan dengan standar dan tujuan pembelajaran. Selain itu juga memperhatikan gaya belajar dan motivasi siswa yang nantinya dapat mendukung pembelajaran. Strategi pembelajaran dapat mengandung ARCS model (Smaldino dari Keller,1987). ARCS model dapat membantu strategi mana yang dapat membangun  Attention  (perhatian) siswa, pembelajaran berhubungan yang Relevant dengan keutuhan dan tujuan, Convidentdesain pembelajaran dapat membantu pemaknaan pengetahuan oleh siswa dan Satisfaction dari usaha belajar siswa.
Strategi pembelajaran dapat terlebih dahulu menentukan metode yang tepat. Beberapa metode yang dianjurkan untuk digunakan ialah (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007):
  1. Belajar Berbasis Masalah (problem-based learning)
Metode belajar berbasis masalah melatih ketajaman pola pikir metakognitif, yakni kemampuan stratregis dalam memecahkan masalah.
  1. Belajar Proyek (project-based learning)
Belajar proyek adalah metode yang melatih kemampuan pebelajar untuk melaksanakan suatu kegiatan di lapangan. Proyek yang dikembangkan dapat pekerjaan atau kegiatan sebenarnya atau berupa simulasi kegiatan.
  1. Belajar Kolaboratif
Metode belajar kolaboratif ditekankan agar pebelajar mampu berlatih menjadi pimpinan dan membina koordinasi antar teman sekelasnya.
b) Memilih Teknologi dan Media yang sesuai dengan Bahan Ajar
Kata Media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Menurut Lesle J.Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008 : 204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Sedangkan menurut Gerlach, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. Media itu meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Bentuk media adalah bentuk fisik dimana sebuah pesan digabungkan dan ditampilkan. Bentuk media meliputi, sebagai contoh, diagram (gambar diam dan teks) slide ( gambar diam lewat proyektor) video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer (grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV) Setiap media itu mempunyai kekuatan dan batasan dalam bentuk tipe dari pesan yang bisa direkam dan ditampilkan. Memilih sebuah bentuk media bisa menjadi sebuah tugas yang kompleks-merujuk kepada cakupan yang luas dari media yang tersedia, keanekaragaman siswa dan banyak tujuan yang akan dicapai.
Memilih format media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pokok bahasan atau topik. Peran media pembelajaran menurut Smaldino
  • Memilih , Mengubah, dan Merancang Materi
  1. Memilih Materi yang tersedia
  • Melibatkan Spesialis Teknologi/Media
  • Menyurvei Panduan Referensi Sumber dan Media
  1. Mengubah Materi yang ada
  2. Merancang Materi Baru
4.  UTILIZE TECHNOLOGY, MEDIA AND MATERIALS (Menggunakan Teknologi, Media dan Bahan Ajar)
Sebelum memanfaatkan media dan bahan yang ada, sebaiknya  mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini,yaitu:
a).   Mengecek bahan (masih layak pakai atau tidak)
b).   Mempersiapkan bahan
c).   Mempersiapkan lingkungan belajar
d).   Mempersiapkan pembelajar
e).   Menyediakan pengalaman belajar (terpusat pada pengajar atau pembelajar)

  • Preview materi
Pendidik harus melihat dulu materi sebelum mennyampaikannya dalam kelas dan selama proses pembelajaran pendidik harus menentukan materi yang tepat untuk audiens dan memperhatikan tujuannya.
  • Siapkan bahan
Pendidik harus mengumpulkan semua materi dan media yang dibutuhkan pendidik dan peserta didik. Pendidik harus menentukan urutan materi dan penggunaan media. Pendidik harus menggunakan media terlebih dahulu untuk memastikan keadaan media.
  • Siapkan lingkungan
Pendidik harus mengatur fasilitas yang digunakan peserta didik dengan tepat dari materi dan media sesuai dengan lingkungan sekitar.
  • Peserta didik
Memberitahukan peserta didik tentang tujuan pembelajaran. Pendidik menjelaskan bagaimana cara agar peserta didik dapat memperoleh informasi dan cara mengevaluasi materinya.
  • Memberikan pengalaman belajar
Mengajar dan belajar harus menjadi pengalaman. Sebagai guru kita dapat memberikan pengalaman belajar seperti : presentasi di depan kelas dengan projector, demonstrasi, latihan, atau tutorial materi.
5      REQUIRE LEARNER PARCIPATION (Mengembangkan Partisipasi Peserta Didik)
Tujuan utama dari pembelajaran adalah adanya partisipasi siswa terhadap materi  dan media yang kita tampilkan. Seorang guru pada era teknologi sekarang dituntut untuk  memiliki pengalaman dan praktik menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi ketimbang sekedar memahami dan member informasi kepada siswa. Ini sejalan dengan gagasan konstruktivis bahwa belajar merupakan proses mental aktif yang dibangun berdasarkan pengalaman yang autentik, diman para siswa akan menerima umpan balik informative untuk mencapai tujuan mereka dalam belajar.
  1. 1.    Latihan Prnggunaan Teknologi
  • Teknologi sebagai Perkakas Teknologi
  • Teknologi sebagai Perangkat Komunikasi
  • Teknologi sebagi Perangkat Penelitian
    • · Teknologi sebagai Perangkat Penyelesaian Masalah dan Pengambilan Keputusan
    • Menggunakan Peranti Lunak Pendidikan
    • Menggunakan Media lainnya untuk Latihan
  1. 2.    Umpan Balik
  2. 6.    EVALUATE AND REVISE (Mengevaluasi dan Merevisi)
Penilaian dan perbaikan adalah aspek yang sangat mendasar untuk mengembangkan kualitas pembelajaran. Penilaian dan perbaikan dapat berdasarkan dua tahapan yaitu:
  1. Penilaian Hasil Belajar Siswa,
  • Penilaian Hasil Belajar Siswa yang Otentik,
  • Penilaian Hasil Belajar Portofolio
  • Penilaian Hasil Belajar yang Tradisional / Elektronik.
  1. Menilai dan Memperbaiki Strategi, teknologi dan Media
  2. Revisi Strategi, Teknologi, dan Media.
Ada beberapa fungsi dari evaluasi antara lain :
  1. Evaluasi merupakan alat yang penting sebagai umpan balik bagi siswa.
  2. Evaluasi merupakan alat yang penting untuk mengetahui bagaimana ketercapaian siswa dalam menguasai tujuan yang telah ditentukan.
  3. Evaluasi dapat memberikan informasi untuk mengembangkan program kurikulum.
  4. Informasi dari hasil evaluasi dapat digunakan siswa secara individual dalam mengambil keputusan.
  5. Evaluasi berguna untuk para pengembang kurikulum khususnya dalam menentukan tujuan khusus yang ingin dicapai
  6. Evaluasi berfungsi sebagai umpan balik untuk orang tua,guru,pengembang kurikulum,pengambil kebijakan .                                                                  A.    MANFAAT ASSURE MODEL DALAM PEMBELAJARAN
Model ASSURE dicetuskan oleh Heinich, dkk. Sejak tahun 1980-an, dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hingga sekarang (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007). Satu hal yang perlu dicermati dari model ASSURE ini, walaupun berorientasi pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), model ini tidak menyebutkan strategi pembelajaran secara eksplisit. Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan dan pemanfaatan metode, media, bahan ajar, serta peran serta peserta didik di kelas.
Model pembelajaran ASSURE sangat membantu dalam merancang program dengan menggunakan berbagai jenis media. Model ini menggunakan beberapa langkah, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, dan Evaluate and Revise. Kesemua langkah itu berfokus untuk menekankan pengajaran kepada peserta didik dengan berbagai gaya belajar, dan konstruktivis belajar dimana peserta didik diwajibkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka dan tidak secara pasif menerima informasi.
Secara sederhana manfaat dari model ASSURE Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.
  1. Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.
  2. Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.
  3. Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.


DAFTAR PUSTAKA
Smaldino, Sharon. Lowter, Deborah. Russel, James D. 2011. Teknologi  Pembelajaran dan Media untuk Belajar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group