INDAHNYA HIDUP Ber-HUSNUDZON
By: LILIK LATIPAH
Dalam perjalanan hidup ini, tidak selamanya
berjalan mulus terkadang banyak permasalahan yang muncul di kehidupan kita.
Bahkan masalah seringkali terus menerus membelit kehidupan kita, bentuknya pun bermacam
macam. Tidak jarang dengan kesulitan hidup ini sebagian orang mengalami
kesedihan, depresi bahkan ada yang nekad
sampai melakukan perbuatan yang di larang agama misalkan bunuh diri,
(Naudzubillah) hal ini saking merasa putus asa dalam menghadapi permasalahannya
itu.
Namun tidak seharusnya kesulitan
hidup yang kita alami, harapan kita terhadap masa depan menjadi sempit. Untuk
menghadapi berbagai kesulitan hidup ini,
perlu kiranya kita mencari jalan keluar untuk memecahkannya, berupa
ikhtiar yang maksimal dengan di barengi doa yang ikhlas dan sungguh sungguh.
Selain ikhtiar yang disertai doa, ada amalan hati yang dapat meringankan beban
pikiran kita dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup ini, yaitu selalu
berhusnudzon dalam kondisi apapun dan kepada siapa pun, terlebih kepada Alloh
SWT, sang pengatur kehidupan ini
Hidup akan terasa indah dan menyenangkan, jika
kita bingkai pigura kehidupan ini dengan selalu berhusnudzon (berprasangka
baik). Husnudzon (berprasangka baik)
adalah selalu bersikap dan berpikiran positif dalam menghadapi berbagai warna
kehidupan ini, kita senantiasa meyakini bahwa semua ketentuan-Nya selalu
membawa kebaikan dan mengandung hikmah.
Saat kondisi ekonomi kita kurang
(miskin), tidak senantiasa membuat kita berkeluh kesah atau menjadikan kita
rendah diri. Kita selalu berprasangka baik kepada Alloh SWT. Mungkin kondisi
ini, Alloh menginginkan kita untuk lebih
keras lagi dalam meraih karuniaNya. Dengan kondisi kurang ini, mungkin Alloh
SWT ingin menjaga kesehatan kita, karena dengan kekurangan harta menjadikan apa
yang kita makan tidak berlebihan, akibatnya tidak banyak penyakit hinggap di
tubuh yang kebanyakan berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Mungkin kondisi ini, Alloh SWT
ingin melihat seberapa besar tingkat kesabaran
kita. Jika kita senatiasa memelihara sikap husnudzon, jiwa kita menjadi lapang.
Kita tidak akan merasa terhina dengan kemiskinan. Toh miskin dan kaya bukan ukuran keberadaan derajat seseorang di hadapan Alloh
SWT.
Saat kondisi kita di uji dengan sakit,
tidak lantas membuat kita putus harapan untuk sembuh, kita meyakini ujian ini,
mungkin Alloh SWT hendak menghapus dosa dosa kita, Alloh ingin melatih
kesabaran kita. Sehingga walau kondisi sakit, jiwa kita selalu optimis, senyum
manis selalu tersimpul di wajah, setiap kesakitan muncul selalu diiringi
kalimah toyyibah yang terucap dibibirnya. Semua ini adalah bentuk olahan hati
yang senantiasa berharap rahmat Alloh, terbentuk karena senantiasa berprasangka
baik terhadap-NYA.
Berhusnudzon pun perlu dibiasakan
dalam kehidupan bermasyarakat kita. Jika hal ini terjadi, maka persaudaraan
antar sesama saling menguatkan. Dengan husnudzon, sikap toleransi dan saling
menghargai pun akan terjalin. Misalkan ada seseorang yang bermuka masam ke
kita, hal ini tidak menjadikan kita berpikir keras untuk mencapai kenapa orang
itu bersikap demikian, selama kita tidak merugikan dia, maka sepatutnya kita
berhusnudzon, dalam hati kita bergumam mungkin dia lagi banyak pikiran, atau
mungkin dia lagi sariawan sehingga senyum pun tak kuasa muncul di wajahnnya.
Bila hal ini kita biasakan, maka pikiran kita jadi ringan, tenaga dan pikiran
kita tidak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele, sehingga otak dan pikiran kita bisa kita gunakan untuk
hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.
Sungguh memukau sikap husnudzon ini
bukan!!!, yakinlah setiap permasalahan dan kesulitan yang muncul di kehidupan
kita pasti ada hikmah sesudahnya. Di balik ketidaktahuan kita, akan ada kejutan
-kejutan kebaikan yang telah Alloh siapkan untuk kita, jika kita mampu
melaluinya dengan mahkota kesabaran.
Prinsip kita tanamkan dalam jiwa, di
setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan, Alloh SWT tidak akan memberikan cobaan
diluar batas kemampuan kita. Yang paling penting bagi kita, jauhilah sikap
prasangka jelek (Suu’dzon). Karena
perbuatan menduga duga itu sangat dilarang, bahkan berdosa. Sesuai
firman Alloh SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa. “
Itulah beberapa manfaat dan
gambaran indahnya jika hidup kita senantiasa di balut dengan husnudzon. Yuk,
kita sama sama introsfeksi dan
memperbaiki diri kita, untuk melatih diri kita agar senatiasa berprasangka baik dalam kondisi bagaimanpun,
dimana pun. Semoga Rahmat dan Keberkahan senantiasa mengiringi setiap detak
jantung kita. Wallahua’lam. Semoga bermanfaat.
Artikel yang bermanfaat untuk memperbaiki diri !
BalasHapusSalam Persahabatan Bu !
Semoga Sukses selalu
One Sm
http://iwansmtri.blogspot.com
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusTerima Kasih Pak Iwan, saya terinspirasi dari bapak, saya ingin bias dan belajar menulis.
HapusGood job mbak , moga tambah lancar tulisannya
BalasHapusGood job mbak , moga tambah lancar tulisannya
BalasHapusAamiin Terima Kasih
Hapus