Selamat Datang di Blog Saya.. Lilik Latifah..Mari Berbagi Ilmu dan Informasi

Rabu, 30 Desember 2015


INDAHNYA HIDUP Ber-HUSNUDZON

By: LILIK LATIPAH

 

 Dalam perjalanan hidup ini, tidak selamanya berjalan mulus terkadang banyak permasalahan yang muncul di kehidupan kita. Bahkan masalah seringkali terus menerus membelit kehidupan kita, bentuknya pun bermacam macam. Tidak jarang dengan kesulitan hidup ini sebagian orang mengalami kesedihan, depresi bahkan ada yang  nekad sampai melakukan perbuatan yang di larang agama misalkan bunuh diri, (Naudzubillah) hal ini saking merasa putus asa dalam menghadapi permasalahannya itu.

Namun tidak seharusnya kesulitan hidup yang kita alami, harapan kita terhadap masa depan menjadi sempit. Untuk menghadapi berbagai kesulitan hidup ini,  perlu kiranya kita mencari jalan keluar untuk memecahkannya, berupa ikhtiar yang maksimal dengan di barengi doa yang ikhlas dan sungguh sungguh. Selain ikhtiar yang disertai doa, ada amalan hati yang dapat meringankan beban pikiran kita dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup ini, yaitu selalu berhusnudzon dalam kondisi apapun dan kepada siapa pun, terlebih kepada Alloh SWT, sang pengatur kehidupan ini

 Hidup akan terasa indah dan menyenangkan, jika kita bingkai pigura kehidupan ini dengan selalu berhusnudzon (berprasangka baik).  Husnudzon (berprasangka baik) adalah selalu bersikap dan berpikiran positif dalam menghadapi berbagai warna kehidupan ini, kita senantiasa meyakini bahwa semua ketentuan-Nya selalu membawa kebaikan dan mengandung hikmah.

Saat kondisi ekonomi kita kurang (miskin), tidak senantiasa membuat kita berkeluh kesah atau menjadikan kita rendah diri. Kita selalu berprasangka baik kepada Alloh SWT. Mungkin kondisi ini, Alloh  menginginkan kita untuk lebih keras lagi dalam meraih karuniaNya. Dengan kondisi kurang ini, mungkin Alloh SWT ingin menjaga kesehatan kita, karena dengan kekurangan harta menjadikan apa yang kita makan tidak berlebihan, akibatnya tidak banyak penyakit hinggap di tubuh yang kebanyakan berasal dari makanan yang kita konsumsi.

Mungkin kondisi ini, Alloh SWT ingin melihat  seberapa besar tingkat kesabaran kita. Jika kita senatiasa memelihara sikap husnudzon, jiwa kita menjadi lapang. Kita tidak akan merasa terhina dengan kemiskinan.  Toh miskin dan kaya bukan ukuran  keberadaan derajat seseorang di hadapan Alloh SWT.

Saat kondisi kita di uji dengan sakit, tidak lantas membuat kita putus harapan untuk sembuh, kita meyakini ujian ini, mungkin Alloh SWT hendak menghapus dosa dosa kita, Alloh ingin melatih kesabaran kita. Sehingga walau kondisi sakit, jiwa kita selalu optimis, senyum manis selalu tersimpul di wajah, setiap kesakitan muncul selalu diiringi kalimah toyyibah yang terucap dibibirnya. Semua ini adalah bentuk olahan hati yang senantiasa berharap rahmat Alloh, terbentuk karena senantiasa berprasangka baik terhadap-NYA.

Berhusnudzon pun perlu dibiasakan dalam kehidupan bermasyarakat kita. Jika hal ini terjadi, maka persaudaraan antar sesama saling menguatkan. Dengan husnudzon, sikap toleransi dan saling menghargai pun akan terjalin. Misalkan ada seseorang yang bermuka masam ke kita, hal ini tidak menjadikan kita berpikir keras untuk mencapai kenapa orang itu bersikap demikian, selama kita tidak merugikan dia, maka sepatutnya kita berhusnudzon, dalam hati kita bergumam mungkin dia lagi banyak pikiran, atau mungkin dia lagi sariawan sehingga senyum pun tak kuasa muncul di wajahnnya. Bila hal ini kita biasakan, maka pikiran kita jadi ringan, tenaga dan pikiran kita tidak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele, sehingga  otak dan pikiran kita bisa kita gunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.

Sungguh memukau sikap husnudzon ini bukan!!!, yakinlah setiap permasalahan dan kesulitan yang muncul di kehidupan kita pasti ada hikmah sesudahnya. Di balik ketidaktahuan kita, akan ada kejutan -kejutan kebaikan yang telah Alloh siapkan untuk kita, jika kita mampu melaluinya dengan mahkota kesabaran.

Prinsip kita tanamkan dalam jiwa, di setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan, Alloh SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Yang paling penting bagi kita, jauhilah sikap prasangka jelek (Suu’dzon). Karena  perbuatan menduga duga itu sangat dilarang, bahkan berdosa. Sesuai firman Alloh SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari  prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. “

Itulah beberapa manfaat dan gambaran indahnya jika hidup kita senantiasa di balut dengan husnudzon. Yuk, kita sama sama introsfeksi dan  memperbaiki diri kita, untuk melatih diri kita agar senatiasa  berprasangka baik dalam kondisi bagaimanpun, dimana pun. Semoga Rahmat dan Keberkahan senantiasa mengiringi setiap detak jantung kita. Wallahua’lam. Semoga bermanfaat.

6 komentar:

  1. Artikel yang bermanfaat untuk memperbaiki diri !
    Salam Persahabatan Bu !
    Semoga Sukses selalu
    One Sm
    http://iwansmtri.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Terima Kasih Pak Iwan, saya terinspirasi dari bapak, saya ingin bias dan belajar menulis.

      Hapus
  2. Good job mbak , moga tambah lancar tulisannya

    BalasHapus
  3. Good job mbak , moga tambah lancar tulisannya

    BalasHapus