By : Lilik Latifah
Jumat kemarin, pulang sekolah saya langsung menuju kota
tasikmalaya, tujuannya ke toko gramedia di kawasan supermarket “Asia Plaza” ingin membeli buku “Guru Arif Rahman” hasil
goresan pena Pak Ukim Komarudin, yang setelah saya banyak resensinya begitu
sangat inspiratif. Rasa penasaran ingin membaca utuh buku ini, akhirnya sampai
juga saya di toko gramedia ini. Tapi setelah saya beberapa kali muter muter di
toko, sampai sudah di cari di Gramedia Online yang ada di Toko tersebut, ternyata
buku Guru Arif Rahman sudah habis terjual, bahkan stoknya pun sudah tidak ada
lagi.
Untuk mengobati kekecewaan hati, akhirnya saya keliling baca
baca buku yang lain. Terbersit di
pikiranku, pasti banyak buku lain yang
sama inspiratifnya. Ya memang tidak meleset, saya menemukan buku “Guru Kalbu”
karya pak Idris Afandi dan buku “Sukses Mulia” karya Motivator ternama pak
Jamil Azzaini. etelah baca baca singkat dari buku sampel yang ada, ternyata
kedua buku ini juga begitu inspiratif, akhirnya sesuai Budget yang ada, saya
beli 2 buku ini.
Selepas dari toko buku, sambil nunggu sholat ashar, saya
duduk di masjid depan kawasan pertokoan ‘Asia Plaza” tersebut. Sejenak saya
termenung, melihat megah dan luasnya supermarket Asia Plaza ini, begitu dahsyat
perkembangannya, padahal dari sisi usia berdirinya tergolong masih muda jika
dibandingkan dengan toserba toserba terdahulunya yang ada di kota tasikmalaya. Banyak
perubahan setiap saat di Asia Plaza, hal ini yang menjadi magnet konsumen untuk
terus berkunjung ke Supermarket Asia Plaza ini.
Bukan hanya diserbu oleh warga tasikmalaya saja, tapi wilayah
tetangga tasikmalaya juga ikut membanjiri Asia Plaza ini. Konsepnya “All In One”. Semua ada di sana, pusat
perbelanjaan yang lengkap, hotel, Cinema, Toko Buku, sarana bermain anak. Tempat
ibadah, bahkan sekarang ada “Mini Zoo” ini
sangat membantu para konsumen yang jika anaknya ingin ke kebun binatang tapi
tidak bisa ke daerah bandung, maka bisa berkunjung ke Mini Zoo ini, walaupun
dalam keadaan miniaturnya.
Perubahan setiap saat dan
konsep “All In One” nya Asia Plaza
yang membedakan dari Toserba toserba lainnya, hal ini yang menyebabkan Asia Plaza semakin
maju dan berkembang pesat. Begitu juga dengan diri kita, yang berkecimpung di
dunia pendidikan. Diantaranya ada dua hal yang menjadikan kita berkembang yaitu
1. Adanya perubahan setiap saat dari
diri kita, pastinya kearah yang lebih baik. 2. Berbeda dari yang lainnya. Artinya kita harus berinovasi, kreatif
dalam mendesain diri kita agar kita berbeda dengan pada umumnya. Tentunya semuanya
diniatkan untuk mencari ridho Alloh SWT, bukan untuk diluar itu.
Saya jadi teringat pesan Guruku tercinta, bu haji neng Ida
Nurhalida, dalam isi breafing pada hari pertama masuk kerja di sekolah tempat
saya mengabdi. Beliau menekannkan perlunya perubahan, tambahan ilmu, wawasan
untuk kita semua, terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang
di sana terjadi arus bebas barang ataupun jasa. Tidak terkecuali jasa professional
SDM termasuk guru. Dalam MEA tersebut, semua memiliki kesempatan yang sama,
apakah kita mau menyerbu Negara Asean dengan barang dan jasa kita atau malah
kita yang akan diserbu. Oleh karennya patutlah kita selayaknya meningkatkan
kualitas diri kita, supaya kita tidak kalah bersaing dengan SDM lainnya.
Memang untuk pengembangan kualitas diri ini, menurut saya dapat
diperoleh melalui 2 hal, pertama
melalui wawasan. Wawasan cakrawala kita sejatinya harus terus diperluas, hal
ini bisa di peroleh dari membaca buku, atau media social lainnya yang mendukung
untuk pengembangan diri kita. Kedua, dari kesempatan.
Kesempatan mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah lainnya yang bisa menambah
pengalaman dan ilmu kita dalam mengembangkan potensi diri.
Namun terkadang kesempatan yang diberikan oleh pemerintah
terbatas atau tidak merata, tapi hal itu jangan membuat kita jadi diam tidak
berkembang, kita bisa mencari kesempatan itu, mengikuti forum ilmiah yang
independen, toh pemerintah sudah menggelontorkan dana melalui sertifikasi itu,
berarti sebagiannya bisa kita gunakan untuk mengikuti kegiatan kegiatan ilmiah
tersebut. Artinya kita proaktif menjemput kesempatan itu, untuk nantinya kita
implementasikan dalam pengabdian kita di
dunia pendidikan.
Dalam salah satu Hadis
Rosulluloh SAW disebutkan “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin,
jika hari ini sama seperti hari kemarin kita adalah golongan orang
yang rugi, dan jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin kita termasuk
golongan yang celaka”. Hadis tersebut memotivasi kita agar kita berada pada
jalur pencapaian diri yang terbaik. Meskipun godaan yang menimpa kita begitu
besar sehingga terkadang kita berada pada posisi hari ini tidak lebih baik dari
hari kemarin.
Kita memohon kepada Alloh SWT, agar senantiasa membimbing
kita untuk menjadi pribadi lebih baik lagi, terus bersyukur dengan cara
mengasah potensi potensi yang Alloh anugerahkan kepada kita agar senantiasa
bersinar dan bercahaya, yang semuanya kita dedikasikan untuk amar ma’ruf nahyi
munkar. Semuanya terpulang kepada kita. Kalau meminjam istilah Aa Gym mulai
dari diri kita, mulai saat ini, mulai dari hal kecil. Semoga bermanfaat.
ajib teh. syukron tulisannya.saya; dalam proses perubahan dan inovasi sistem kehidupan.
BalasHapusajib teh. syukron tulisannya.saya; dalam proses perubahan dan inovasi sistem kehidupan.
BalasHapusmantapp tulisan nya, sangat menginspirasi
BalasHapus